fbpx

Quarter Life Crisis, Kegalauan Hidup yang Melanda di Usia 20an

Published by Aditya Anugerah Wiramentaya on

Quarter Life Crisis atau krisis seperempat abad adalah kegalauan hidup yang dirasakan sebagian orang dalam rentang umur 18 – 30 tahun, kebanyakan terjadi pada orang – orang disekitar umur 25 tahunan. Kegalauan hidup yang dirasakan bisa bermacam – macam, tetapi intinya adalah ketika seseorang merasa seperti kehilangan arah, tidak tahu mau menjadi apa di masa depan nanti. Merasa tidak bahagia dan bingung apakah apa yang dijalani sekarang ini sudah ideal atau belum. Masalah percintaan, karir, keluarga, dan pertemanan kerap menjadi pemicu seseorang merasa galau hingga akhirnya mengalami krisis tersebut. Sebagian orang kerap mengalami hal – hal tersebut di usia 20an, karena rentang usia tersebut adalah rentang usia yang lumayan menentukan apa yang akan terjadi di masa depan. Bagaimana kehidupan kamu di masa depan nanti. Apakah yang kamu lakukan sekarang ini sudah sesuai denga napa yang kamu inginkan?

Quarter Life Crisis terjadi di usia 20an
Sumber: Unsplash

Menjadi dewasa memang tidak dapat dihindari. Mau tidak mau, suka tidak suka, ketika memasuki usia tertentu maka kamu dituntut untuk menjadi dewasa dan bertanggung jawab untuk dirimu sendiri. Masa transisi dari seorang remaja menjadi seorang yang dewasa memang tidak mudah, tetapi mau tidak mau harus dihadapi. Oleh karena itu, banyak orang yang merasa galau dengan kehidupannya sendiri. Di usia yang sudah menginjak dewasa, adalah waktu dimana  kamu harus menemukan jati diri kamu, memilih jalan hidupmu, dan bertanggung jawab dengan pilihan – pilihan yang kamu buat. Oleh karena itu, banyak yang pada akhirnya kebingungan dan mengalami quarter life crisis tersebut.

Tentunya mengalami quarter life crisis bukanlah hal yang tidak wajar, karena banyak yang mengalaminya. Kamu tidak perlu takut jika kebetulan sekarang ini kamu sedang mengalami krisis seperempat abad, karena kamu tidak sendirian. Ada banyak orang – orang yang memiliki pengalaman yang sama dan bersedia untuk bertukar pikiran. Oleh karena itu, jika kamu sedang mengalami krisis tersebut, maka cobalah untuk membuka diri dan berbagi apa yang sedang kamu rasakan. Karena, jika tidak segera ditindaklanjuti, maka akan berujung pada stress bahkan depresi. Kamu akan terus mengalami kebingungan di usia sekarang dimana kata orang – orang merupakan golden age. Oleh karena itu, jika kamu sedang merasa galau di umur sekarang, maka kamu harus segera introspeksi diri. Mulailah dari bertanya pada diri sendiri, apakah kamu sudah merasa bahagia? Carilah orang – orang yang bisa kamu percaya untuk bercerita.

Tanda Ketika Kamu Mengalami Quarter Life Crisis

Quarter life crisis (QLC) atau krisis seperempat abad sebenarnya merupakan istilah yang populer bagi orang – orang yang sudah menginjak usia 20an. Bahkan, mereka yang berusia 18 tahunan pun kerap mengaku bahwa mereka sedang mengalami krisis tersebut, meskipun perlu dipertanyakan apakah kegalauan tersebut adalah benar sebuah QLC atau hanya sekedar kegalauan remaja biasa. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui apa penyebab dari krisis seperempat abad tersebut dan tanda ketika kamu sedang mengalaminya.

Merasa takut akan masa depan adalah salah satu tanda ketika kamu sedang mengalami QLC. Kamu merasa bingung apa yang selama ini sedang kamu lakukan, apa yang akan terjadi pada kamu di masa depan nanti. Kamu bahkan mempertanyakan siapa kamu dan apakah yang menjadi tujuan hidup kamu. Kamu mulai merasa khawatir apakah apa yang kamu lakukan selama ini sudah cukup untuk menjadi bekal di hari tua nanti. Bahkan, kamu sedikit kaget karena sadar bahwa kamu sudah mulai tua, tidak bisa lagi bersenang – senang seperti waktu muda dulu. Ketakutan – ketakutan tersebut semakin diperparah ketika melihat aktivitas – aktivitas yang dilakukan oleh teman – temanmu di media sosial. Melihat beberapa temanmu sudah ada yang mapan, menikah, sukses dalam pekerjaan, hingga terlihat bahagia bisa menikmati hidupnya kerap membuat insecure.

Meskipun sebenarnya apa yang terlihat di media sosial kebanyakan hanyalah pencitraan belaka, tetapi tidak dipungkiri tetap saja melihat segala citra yang ditampilkan di media sosial membuat kamu kadang merasa gagal. Merasa bahwa selama ini kamu bukan apa – apa disbanding teman – temanmu di media sosial. Pada akhirnya kamu merasa insecure karena membanding – bandingkan diri kamu sendiri dengan yang lain.

Baca Juga Kebahagiaan Bukan Datang dari Orang Lain, Inilah 5 Cara Membahagiakan Diri Sendiri

Selain perasaan takut akan masa depan yang menanti, merasa tidak bahagia dengan apa yang kamu jalani sekarang juga merupakan tanda kamu sedang mengalami QLC. Meskipun mungkin sekarang ini kamu sudah terbilang mapan dan memiliki penghasilan yang lumayan stabil, tetapi kamu tetap merasa ada yang kurang. Mungkin kamu merasa bahwa meskipun kamu punya pekerjaan tetap, tetapi ternyata terlalu menyita waktu sehingga kamu tidak memiliki waktu lagi untuk hal lain. Seakan seluruh hidup kamu hanyalah untuk bekerja dan mencari uang dan akan seperti itu terus hingga pension nanti. Kamu tidak lagi memiliki waktu yang cukup untuk menikmati kehidupan sosial kamu, hobi, dan lain sebagainya. Kamu pun merasa bimbang dan bertanya – tanya apakah yang kamu jalani ini sudah ideal dan membuat kamu bahagia. Atau bahkan apakah memang pekerjaan ini yang kamu mau selama ini. Hal tersebut pun berujung terpicunya QLC.

Kenali tanda - tanda kamu mengalami quarter life crisis
Sumber: Unsplash

Selain masalah – masalah tentang masa depan dan karir, hubungan asmara atau percintaan juga kerap menimbulkan QLC. Mungkin kamu merasa hubungan yang kamu jalani ini seperti tanpa arah, tanpa ada kepastian. Berbeda pada saat kamu masih usia remaja, kamu tidak bisa lagi hanya bermain pacar – pacaran. Kamu sudah harus mulai memilih pasangan seperti apa yang ideal buat kamu. Karena di usia sekarang ini, kamu sudah harus mulai menjalani hubungan yang serius, yang akan terus berlanjut hingga kepada jenjang selanjutnya yaitu pernikahan. Oleh karena itu, jika kamu merasa ada yang salah dalam hubungan yang sedang dijalani sekarang ini, kamu bisa dibilang sedang mengalami QLC karena hubungan dengan pasangan bisa mempengaruhi hidup dan kebahagiaan kamu. Mungkin kamu merasa hubungan yang kamu jalani sekarang bersifat toxic yang tentunya tidak baik.

Masih banyak sumber keresahan yang menyebabkan orang – orang di usia 20an mengalami QLC. Apapun sumber permasalahannya, ketika kamu merasa insecure, kehilangan arah, motivasi serta merasa cemas akan masa depan yang menanti, maka kamu sedang mengalami QLC. Tentunya jika kamu mengalami hal tersebut, segeralah melakukan sesuatu untuk mengatasinya. Janganlah berlarut – larut dalam keresahan dan kegalauan yang kamu rasakan, mulailah mencari jalan untuk mengatasinya. Jika kamu bimbang, cobalah baca sedikit tips untuk menghadapi Quarter Life Crisis berikut ini.

Tips Menghadapi QLC

Hal terpenting yang harus kamu lakukan untuk menghadapi QLC adalah fokus kepada diri kamu sendiri. Berhentilah membanding – bandingkan diri kamu dengan yang lain. Fokus kepada hidup kamu dan tujuan kamu sendiri. Hanya kamu yang tau dan mengerti apa yang kamu inginkan. Jika kamu terus merasa bahwa hidup orang lain sepertinya lebih baik, sampai kapanpun kamu akan terus merasa seperti itu. Setiap orang memiliki hidup dan jalannya masing – masing, apa yang buat orang lain baik belum tentu baik untuk kamu. Cobalah untuk mengurangi waktu bermain media sosial jika hal tersebut hanya akan membuat kamu insecure. Lebih baik pikirkan diri kamu sendiri, apa yang selama ini menjadi kebimbangan dan keresahan kamu. Carilah apa yang menjadi kelebihan dan kelemahan kamu. Yang terpenting adalah carilah apa yang bisa membuat kamu bahagia. Jangan terlalu terfokus terhadap standar sukses dan kebahagiaan orang lain. Carilah arti kebahagiaan untuk kamu sendiri.

Evaluasi hidup yang sedang kamu jalani sekarang ini. Jika kamu merasa galau dan bimbang, tanyalah kepada diri kamu sendiri. Apakah pekerjaan yang kamu jalani sudah sesuai dengan keinginan kamu? Benarkah ini yang kamu inginkan selama ini? Apakah yang sudah kamu jalani ini sesuai dengan prinsip – prinsip kamu?. Dengan menjawab pertanyaan – pertanyaan tersebut, kamu bisa fokus untuk mencari hal lain yang lebih sesuai buat kamu. Intinya, jangan biarkan kegalauan dan kebimbangan yang kamu rasakan dibiarkan berlarut – larut.

Berbagi cerita adalah salah satu cara mengatasi quarter life crisis
Sumber: Unsplash

Cobalah untuk membuka diri dan berbagi dengan orang lain. Jangan memendam sendiri keresahan kamu. Dengan membagikan segala cerita tentang keresahan yang sedang kamu alami, harapannya adalah kamu bisa mendapatkan feedback yang bisa membantu kamu. Salah satu cara yang bisa kamu lakukan adalah berbagi cerita melalui platform yang menyediakan wadah untuk menuliskan segala yang kamu alami. Selfup.id adalah salah satu media yang bisa kamu gunakan untuk mencurahkan apa yang menjadi keresahan kamu selama ini. Kamu bisa menulis cerita kamu disini


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *