fbpx

Berhenti Mencari Pembenaran Diri – The Psychology of Self Deception

Published by Alief Mahadika on

Selfup.id – Hampir seluruh pria dan wanita tidak jujur dalam menuliskan berat dan tinggi badannya ketika mengisi data SIM. Padahal yang mengetahui data itu hanya kita dan Pak Polisi yang mengisi data ke komputermya. Data itu tidak berarti apa – apa, cuma karena takut dinilai jelek oleh Pak Polisi yang bahkan tidak kita kenal. Kita jadi bohong agar terlihat sesuai dengan tinggi dan berat ideal di masyarakat. Kita selalu mencari pembenaran diri, hanya karena takut atas penilaian dari orang lain.

Pemebenaran Diri
Credit to Unsplash

Pengertian Self-deception

Self-deception atau yang biasa dikenal dengan pembenaran diri adalah ketika kita mempercayai hal yang salah, dan menolak untuk mempercayai hal yang sebenarnya. Ada dua penyebab utama mengapa kita selalu bohong pada diri sendiri.

Yang pertama adalah kita membohongi diri sendiri karena ingin terlihat menjalankan tujuan hidup dengan baik. Dan yang kedua agar terlihat sesuai dengan kehidupan social yang ideal di masyarakat. Apalagi ketika seseorang menunjukan sedikit saja kekurangan kita, maka kita akan merasa khawatir namun menolak untuk mengakui bahwa kita sangat khawatir.

Baca Juga Cara Meningkatkan Daya Ingat Hingga Tiga Kali Lipat

Menurut Sigmund Freud, ada 6 jenis strategi psikologi yang kita lakukan untuk melindungi ego kita. Teori ini disebut dengean Ego defense mechanism.

1.     Denial

Yang pertama adalah menolak untuk mempercayai kenyataan. Misalkan kalian adalah orang yang mudah cemburu terhadap pasangan kalian, namun kalian tidak mengakuinya. Padahal setiap ketemuan kalian pasti ngecek Whatsapp dan email pasangan kalian.

2.     Rationalization

Yang kedua adalah membuat alasan untuk membela tindakan kita. Contohnya ketika kalian merokok, dan kalian sadar itu tidak sehat. Tapi tetap kalian lakukan, karena dengan merokok kalian merasa menjadi tenang.

3.     Projection

Yang ketiga adalah ketika kalian punya kekurangan ,tapi malah menyalahkannya ke orang lain. Contohnya ketika kalian putus dengan pasangan. Kalian pasti berpikir bahwa pasangan kalian yang kurang dewasa dan menyalahkannya. Padahal bisa saja itu salah kalian karena tidak bisa membagi waktu.

4.     Polarized Thinking

Yang keempat adalah berpikir secara extreme atau dengan cara yang tidak biasa. Misalkan kalian sedang diet dan tiba tiba ingin cheating day, kalian akan makan sebanyak – banyaknya karena berpikiran diet kalian sudah gagal. Padahal kalian masih bisa cheating day dengan mengkonsumsi makanan tidak sehat secukupnya saja sehingga tidak terlalu merusak diet kalian.

5.     Emotional Reasoning

Yang kelima yaitu menganggap bahwa firasat kita adalah suatu hal yang pasti benar. Misalkan kalian merasa curiga pasangan kalian selingkuh. Padahal kalian belum tau kebenarannya, namun karena sudah merasa sedih akhirnya kalian yakin bahwa pasangan kalian selingkuh.

6.     Overgeneralization

Yang terakhir adalah menyalahkan satu momen negative menjadi alasan dari seluruh kegagalan kita selama ini. misalkan kalian adalah anak yang broken home, dan mendapatkan nilai jelek di sekolah. Kalian akan menyalahkan orang tua kalian karena bercerai, bukan malah mencari tau kesalahan kalian dalam belajar dimana.

Ke enam hal di atas merupakan jenis – jenis pembenaran diri yang paling sering kita gunakan untuk melindungi ego kita. Padahal dengan memahami masalah hidup kita dan tidak mencari pembenarannya adalah kunci dari hidup yang berkecukupan.

Kunci Mengatasi Pembenaran Diri

Lalu bagaimana solusi agar kita tidak mencari pembenaran atas kesalahan – kesalahan kita. Menurut Courtney Warren dalam presentasinya, kunci untuk mengatasi self-deception hanyalah satu, yaitu self-awareness. Menurut Courtney, terlalu sering mencari pembenaran diri akan menghasilkan massive amount of pain and regret.

Dengan menerapkan self-awareness di kehidupan sehari – hari, kita dapat menurunkan ego kita secara perlahan. Kita mampu berpikir lebih jernih atas masalah yang kita hadapi. Kita daoat mengetahui konsekuensi dari tindakan – tindakan yang kita lakukan. Dan pada akhirnya akan memiliki hidup yang merasa berkecukupan.

Untuk melihat presentasi langsung dari Courtney bisa kalian tonton video di bawah ini. jangan lupa untuk share artikel ini ke teman teman kalian yang masih tidak mau mengakui kalo mereka selama ini hanya mencair pembenaran atas tindakan mereka.

Jangan lupa untuk Subscribe email kalian ke website kami untuk mendapat notifikasi terbaru dari artikel – artikel terbaru dari Selfup.


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *