fbpx

Idealis Atau Realistis, Kamu Pilih yang Mana?

Published by Aditya Anugerah Wiramentaya on

Menjadi idealis atau realistis, kamu memilih yang mana?
Sumber: Pixabay

Selfup.id – Kamu pasti sering mendengar istilah menjadi idealis atau realistis. Dua hal tersebut adalah dua istilah yang memiliki arti yang bertolak belakang. Orang yang idealis berarti dia menjalani hidupnya berdasarkan apa yang menurut dia sesuai dengan pemikiran atau ide – ide yang dia percaya. Apa yang dikerjakan, dijalankan, dan lain sebagainya, harus sesuai dengan apa yang dia yakini. Intinya, semuanya harus menjadi seperti apa yang seharusnya menurut dia. Sebaliknya, orang yang realistis lebih suka untuk menyesuaikan pemikiran dan ide – idenya dengan fakta – fakta yang sebenarnya terjadi. Segala apa yang dijalani selalu tetap memperhatikan bagaimana kondisi yang sebenarnya terjadi. Intinya, orang yang realistis tidak berusaha untuk mewujudkan apa yang ideal baginya. Tetapi lebih kepada bagaimana dia menyesuaikan apapun pencapaian yang diinginkan dengan kenyataan yang terjadi di lapangan.

Penjabaran diatas adalah definisi secara kasar dari dua istilah tersebut. Kamu pun pasti sering melihat dua jenis orang tersebut dimanapun. Kampus, kantor, bahkan saat masih sekolah pun pasti akan ada orang – orang yang cenderung lebih idealis atau lebih realistis. Biasanya, orang yang idealis cenderung lebih optimis. Mereka yakin dengan kemampuannya dan percaya mereka bisa mencapai apa yang mereka inginkan. Sebaliknya, mereka yang cenderung lebih realistis bukan berarti mereka adalah orang – orang yang pesimis, tetapi mereka lebih membatasi diri mereka. Orang – orang realistis tersebut tahu Batasan kemampuan mereka dan fakta – fakta bagaimana yang sebenarnya terjadi di lapangan. Sehingga, mereka lebih memilih untuk menyesuaikan target pencapaian mereka dan berusaha untuk memiliki rencana cadangan.

Bagaimana dengan kamu sendiri? Dari sedikit gambaran diatas, menurut kamu apakah kamu orang yang idealis atau realistis? Kedua istilah tersebut memang tidak ada yang salah dan tidak ada yang benar. Semuanya kembali kepada diri masing – masing untuk menjalani apa yang menjadi keyakinan masing – masing. Menjadi idealis atau realistis pun tentunya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing – masing. Selain itu, menjadi idealis atau realistis pun memiliki tantangannya masing – masing untuk dijalani. Oleh karena itu, mari kita lihat dan perdalam bersama – sama bagaimana menjadi orang yang idealis atau realistis.

Baca Juga 5 Cara Menjadi Dewasa, Karena Kamu Bukan Anak Kecil Lagi

Menjadi idealis atau realistis memiliki kelebihan dan kekurangannya masing - masing
Sumber: Pixabay

Menjadi Idealis dibanding realistis, Mempertahankan Apa yang Kamu Yakini

Menjadi idealis, artinya kamu memilih untuk menjalankan apa yang kamu yakini. Kamu memiliki pemikiran sendiri bagaimana yang seharusnya menurut kamu sendiri. Kamu melihat segala sesuatunya melalui pemikiran ideal yang kamu percayai. Dalam hal – hal kecil sampai yang besar, kamu selalu memiliki pemikiran atau ide – ide bagaimana yang seharusnya. Contoh kecilnya adalah ketika kamu masih duduk di bangku SMA dan harus mulai memilih mau kuliah dimana. Jika kamu adalah orang yang idealis, maka kamu cenderung akan memilih kampus dan jurusan yang sesuai dengan keinginan kamu. Misal, kamu memiliki minat di bidang seni musik, dan berencana untuk melanjutkan pendidikan tinggi di bidang seni musik. Sebagian besar orang menganggap bahwa jurusan seni music tidak memiliki masa depan yang jelas, terlebih lagi banyak musisi – musisi terkenal pun banyak yang tidak sekolah musik namun tetap bisa sukses dan terkenal.

Bagaimana jika kamu gagal menjadi seorang musisi? Apa yang bisa kamu lakukan dengan gelar seni musik kamu? Pilihan karir kamu menjadi terbatas. Namun, bagi kamu yang idealis, hal tersebut adalah yang seharusnya. Kamu percaya bahwa inilah yang harus kamu jalani. Jika kamu memang berminat pada music, maka seharusnya kamu pun serius menggeluti bidang tersebut salah satunya adalah dengan cara kuliah di jurusan seni musik. Bagaimana jika kamu tidak berhasil menjadi seorang musisi? Maka kamu tetap akan teguh dengan jalan yang kamu pilih. Kamu bisa menjadi seorang guru musik atau bekerja di belakang layar. Yang terpenting adalah menjalani apapun sesuai dengan passion. Intinya, kamu tetap yakin bahwa jalan inilah yang paling benar buat kamu. Contoh tadi adalah sebagian kecil dari banyaknya contoh bagaimana menjadi seorang yang idealis. Di dunia kerja sendiri banyak orang – orang yang idealis. Jika di kantor kamu adalah seorang yang idealis, maka kamu punya target sendiri yang harus dicapai. Biasanya, target – target yang kamu tetapkan cenderung terlalu ambisius, karena berasal dari pemikiran kamu yang ideal, tanpa memperhatikan fakta – fakta yang ada di lapangan. Karena kamu idealis, kamu percaya bahwa kamu harus bisa mencapai target tersebut karena memang itulah yang seharusnya.

Tentu menjadi orang yang idealis memiliki kelebihan. Biasanya, jika kamu adalah orang yang cenderung idealis, kamu bisa lebih fokus mengejar apa yang ingin kamu capai. Kamu tidak akan terdistraksi oleh pemikiran – pemikiran realistis yang mungkin terdengar pesimis bagi kamu. Sehingga, kamu selalu optimis untuk bisa mencapai tujuan. Kamu pun jadi lebih bisa bekerja keras. Sedangkan kekurangannya adalah, kamu bisa jadi menjadi orang yang memiliki sifat perfeksionis yang berlebihan. Karena kamu memiliki pemikiran ideal bagaimana yang seharusnya, maka hasil yang diharapkan pun harus sesuai dengan idealisme tersebut. Sehingga, kamu ingin hasilnya tepat seperti apa yang kamu harapkan, dan mungkin akan merasa gagal jika hasil tidak sesuai harapan. Kamu juga akan berpotensi dijauhi oleh orang yang ada di sekitar kamu, karena mungkin orang – orang yang disekitarmu tidak bisa mengikuti kamu dan tidak paham dengan pemikiran kamu. Ya, itulah tantangan ketika kamu adalah orang yang idealis. Kamu harus siap untuk selalu teguh dengan pendirian kamu, meskipun di mata orang lain hal tersebut salah.

Menjadi idealis atau realistis adalah pilihan yang tidak ada benar atau salah
Sumber: Pixabay

Menjadi Realistis, Menyesuaikan dengan Keadaan

Kebalikan dari menjadi idealis, menjadi realistis berarti menyesuaikan dengan bagaimana keadaan di sekitar kamu. Bagi sebagian orang, menjadi realistis mungkin terdengar pesimis. Padahal, kamu hanya tidak memaksakan segala sesuatunya harus sesuai dengan standar ideal yang kamu yakini. Tentu harus dibedakan antara menjadi pesimis dengan realistis. Seorang yang pesimis, akan merasa apapun yang dilakukan memiliki kemungkinan gagal yang besar, sehingga orang yang pesimis akan sulit untuk memulai sesuatu, karena menganggap apapun yang dilakukan akan sia – sia saja. Sedangkan orang yang realistis, dia lebih kepada menyesuaikan segala hal dengan kemungkinan yang akan dihadapi. Orang yang realistis tetap memiliki sisi optimis, tetapi tidak akan memaksakan agar hasil yang diperoleh sesuai dengan yang diharapkan.

Sebagi orang yang realistis, kamu lebih memilih untuk menyesuaikan dengan fakta yang terjadi di lapangan. Sehingga, kamu menjadi lebih bijak dan rasional dalam menentukan target dan mengambil keputusan. Hal tersebut pun akan memudahkan kamu karena target yang kamu tetapkan sifatnya realistis dan mudah untuk dicapai. Jika gagal, maka kekecewaan yang kamu rasakan tidak akan begitu dalam, karena kamu sudah tahu skenario terburuknya akan seperti apa.

Menjadi seorang yang realistis, akan mendatangkan keuntungan bagi kamu. Karena kamu bukan orang yang terlalu optimis, kamu akan menjadi orang yang lebih siap jika menghadapi hal yang tidak diinginkan. Kamu sadar akan batasan – batasan yang kamu miliki dan tidak akan memaksakan diri untuk hal yang sekiranya sulit untuk dilakukan atau dicapai. Sehingga, apapun target yang ingin kamu capai, akan lebih mudah untuk diwujudkan dan tidak akan membebani diri kamu sendiri. Kamu juga akan menjadi orang yang lebih bijak dalam pengambilan keputusan.

Tantangan yang akan dihadapi jika kamu memilih untuk menjadi seorang yang realistis adalah, kamu mungkin akan terkesan seperti orang yang menyerah dengan keadaan. Kamu mungkin hanya akan mendapatkan hasil yang terbilang berhasil namun masih biasa – biasa saja, karena memang dari awal kamu menetapkan target yang tidak sulit. Hal tersebut memang sudah menjadi sebuah aturan, dimana jika kamu ingin menang banyak maka kamu harus berani bertaruh besar. Sebagai orang yang realistis, kamu lebih memilih untuk main aman. Kamu tidak akan berusaha mengejar cita – cita atau impian kamu yang dirasa tidak akan mungkin dicapai. Sebagai orang yang realistis, kamu harus siap dengan kehidupan yang bisa dibilang datar – datar saja.

Ya, tidak ada yang salah jika kamu memilih untuk menjadi orang yang idealis atau realistis. Semuanya kembali kepada diri kamu sendiri. Kamulah yang menentukan hidup kamu sendiri ingin menjadi orang yang seperti apa. Selama kamu tidak merugikan diri sendiri dan orang lain, apapun yang kamu pilih adalah pilihan yang terbaik untuk kamu.


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *